Thursday, November 22, 2012

BUKU HARIAN NAYLA

SINETRON BUKU HARIAN NAYLA
Sutradara: Maruli Ara
Produser : Leo Sutanto
Desain Produksi : Heru Hendriyarto
Produksi : Sinemart 2006
 

 
Dibintangi oleh:
Chelsea Olivia Wijaya sebagai Nayla
Glenn Alinskie sebagai Moses
Andrew White sebagai Paul
Steve Emmanuel sebagai dr. Fritz
Moudy Wihelmina sebagai Martha
Yadi Timo sebagai Aldhi
Rudy Salam sebagai dr. Gerdy
Debby Chintya Dewi sebagai Ibu Gerdy
Raka Hafid sebagai Irvan
Virgo Brody sebagai Gio
Gisela Cindy sebagai Joana
Lagu Tema : Seperti Yang Kau Ingini
Penyanyi : Nikita
Pencipta : Jonathan Prawira

SINOPSIS BUKU HARIAN NAYLA :
Semua tampak sempurna untuk Nayla, dia ceria, rajin, pintar, dan jago basket dan taat pula beribadah. Disekolah pun dia bisa menjadi ketua kelas dan bertemu dengan cowok yang baik dan ganteng pula. Tapi dibalik kesempurnaan itu sebenarnya Nayla menderita penyakit yang sangat berat karena dia bisa kehilangan kemampuan fisiknya hingga akhirnya lumpuh. Nayla tidak mengetahui hal ini.

Dr Fritz yang memeriksa dan merawat Nayla memintanya membuat buku harian (sebenarnya agar ia bisa memantau perkembangan kesehatan Nayla). Beberapa hari kemudian, Martha menemui dr Fritz untuk mengambil Hasil pemeriksaan Nayla. Martha kaget mengetahui penyakit yang diderita Nayla. Nayla yang tak tahu apa-apa, tetap menjalani hidupnya seperti biasa. Hingga Nayla bertemu pasien yang telah lama menderita sakit, dan mengalami gejalagejala yang mirip dengan yang dialaminya.

Nayla bertanya pada Dr Fritz. Namun Dr Fritz merasa tak berhak memberitahu Nayla. Kondisi Nayla semakin memburuk. Martha terpaksa memberi tahu Nayla tentang penyakitnya. Nayla tidak terkejut, karena sudah lama menduga akan kenyataan itu. Nayla kini duduk di kursi roda. Beruntung Nayla memiliki teman-teman yang setia. Selain itu, Moses yang jatuh cinta pada Nayla, juga selalu menemani Nayla. Namun banyak juga siswa yang merasa terganggu dengan keadaan Nayla.

Waktu berlalu dengan cepat. Nayla berhasil lulus sekolah. Semua teman Nayla sibuk memikirkan kuliah. Nayla sedih, hal yang bisa menghiburnya hanya menulis buku harian. Nayla terus menulis walau tangannya semakin lama semakin susah bergerak. Sementara itu, Moses akhirnya masuk kuliah kedokteran yang sebenarnya jauh dari minat awalnya. Dengan satu alasan, dia ingin menyembuhkan Nayla.

Namun Nayla justru sadar bahwa kehadirannya yang tinggal sebentar lagi hanya akan menyakiti Moses. Nayla lalu memutuskan hubungannya dengan Moses. Tapi secara diamdiam, Moses terus mengamati Nayla. Penyakit Nayla berkembang semakin parah, jauh melampaui prediksi Dr. Fritz. Beberapa kali Nayla hampir meninggal hanya karena tersedak dan kesulitan bernapas. Namun Nayla tetap tegar dan tidak berhenti berdoa, dia tetap menggunakan waktunya untuk mengukir prestasi. Nayla mengirimkan tulisannya ke majalahmajalah. Banyak orang yang bersimpati pada keadaan Nayla.

Suatu hari, di malam Natal, Moses datang membawa surat dari pembaca Nayla. Saat itu Nayla sudah benar-benar lelah berperang dengan penyakitnya. Ternyata banyak pembaca yang menjadi lebih tegar menghadapi hidupnya setelah membaca tulisan Nayla. Itu menjadi bukti bahwa sekalipun sudah tak berdaya secara fisik, Nayla tetap berguna dan menjadi penolong bagi orang lain, sesuai keinginan terbesarnya. Nayla tersenyum bahagia. Tak ada lagi yang perlu dia cari di dunia ini… 

TRAILER BUKU HARIAN NAYLA :



(Terima kasih dan kredit diberikan kepada http://echo-pitulas.blogspot.com/)
Judul: BUKU HARIAN NAYLA; Ditulis oleh Andrias Eka Fajar Darmawan; Rating Blog: 5 dari 5
Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan anda. Silahkan tinggalkan komentar sobat dan dapatkan backlink satu arah langsung ke blog sobat dengan widget top komentator yang saya pasang di sidebar blog ini. Caranya dengan menjadi pemberi komentar terbanyak di blog ini, Komentar anda dapat dengan menyertakan LINK / ANCHOR TEXT atau promosi produk tertentu.


Terimakasih Atas Kunjungan Anda



Andrias Eka Fajar Darmawan
( Admin )